Minggu, 23 Juni 2013

HUBNGAN ANTARA KEKERASAN VERBAL ORANGTUA DENGAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANAK

Stevanus (2000) mengatakan bahwa apabila komunikasi interpersonal antara orangtua dan anak tidak terjalin dengan baik maka kekerasan verbal pun akan terjadi, namun apabila hubungan komunikasi antara orangtua dan anak terjalin dengan baik maka kekerasan verbal tidak akan terjadi. Dalam mewujudkan suatu komunikasi dibutuhkan adanya pemahaman yang baik antara orangtua dan anak, sehingga terjalin hubungan yang baik antara orangtua dan anak. Menurut Yudiantierna (2000) komunikasi sangat penting, tanpa komunikasi hubungan antara orangtua dan anak tidak akan terjalin dengan baik, sehingga dapat menimbulkan sikap tidak terbuka,asertif, ketidakmampuan dalam menghadapi masalah serta dapat menimbulkan kekerasan baik secara fisik maupun pelecehan seksual kepada anak. Contoh dari kekerasan fisik, seperti pemberian hukuman pada anak tidak memberi uang jajan, sedangkan kekerasan psikologis, seperti pemaksaan kehendak oleh orangtua pada anak, penghinaan kepada anak, serta penolakan emosional pada anak. Dalam hal ini, bukan hanya dampak psikologis, saja yang dirasakan oleh anak, namun perilaku anak secara psikologis akan mengalami gangguan seperti yang diungkapkan oleh Halgin (1994) ada tiga macam perilaku menyimpang atau gangguan perilaku pada anak, yaitu anak dengan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktif (ADHD), anak-anak dengan gangguan perilaku yang menyimpang dari norma-norma sosial, melanggar hak asasi, serta anak-anak dengan perilaku menentang atau negatif yang mengarah ke kriminal. Selanjutnya Halgin (1994) menambahkan bahwa kurangnya komunikasi antara orangtua dan anak sangat memliki pengaruh pada perilaku anak yang menyimpang dari norma-norma sosial, melanggar hak asasi manusia serta perilaku menentang atau negatif yang mengarah pada kriminal atau kekerasan baik kepada orangtua maupun lingkungan sosial. Sedangkan menurut Tambing (1997) mengatakan bahwa apabila komunikasi verbal dari orangtua belum dapat dipahami oleh anak hal ini akan menyebabkan orangtua bertindak kasar kepada anaknya sebagai bentuk emosi kepada anak. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pemahaman maksud dari saran atau nasehat dari orangtuanya terhadap anaknya, sehingga peranan antara orangtua dan anak harus saling memahami Menurut Tambing (1997) hubungan antara komunikasi interpersonal akan terjalin dengan baik apabila antara orangtua dan anak dapat saling memahami setiap komunikasi yang akan dilakukan baik oleh orangtua maupun anak, sehingga kekerasan verbal, kekerasan fisik maupun non fisik tidak akan terjadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar